Pada zaman dahul
u, ada sebuah gubuk yang sudah tua. Disana hidup seorang gadis kecil dan ibunya. Mereka orang yang miskin. Anaknya bernama Raven, sedang ibunya bernama Lila. Raven berumur 7 tahun, sedang ibunya berumur 49 tahun.
Suatu hari, ibunya berkata, “Raven, sepertinya kita kehabisan makanan. Ibu terpaksa menjual sapi kita.”
Raven menjawab, “Jangan Bu. Kita dapat memerah dan menjualnya, dengan begitu kita mempunyai uang untuk membeli makanan.”
Ibunya berkata lagi, “Tapi, uang menjual sapi lebih banyak daripada menjual susu.”
“Baiklah,” kata Raven.
Lalu ia pergi untuk menjual sapi. Ia berjalan terus sampai ke dekat pasar. Disana, ia bertemu gadis kaya.
Gadis itu berkata, “Maukah kau menukar sapi itu dengan pita merah ini?”
“Ya,” jawab Raven.
Lalu mereka pergi membawa benda yang diinginkan.
Di rumah, Ibunya bertanya, “Apakah kita dapat membeli makanan dengan ini?”
Sebelum sempat menjawab, terdengar suara menggema, “Kalian bisa membeli makanan dengan pita ini, bila kalian mengatakan ‘PITA MERAH’,”kata suara itu.
Lalu mereka berkata, “Pita Merah,” lalu keluarlah coin dari pita itu satu demi satu.
Akhirnya Raven berkata, “Oh Pita Merah, berhentilah mengeluarkan uang emas. Sudah cukup banyak untuk membeli makanan.”
Berkat Pita Merah, Raven menjadi kaya raya.
Suatu hari, ia mau membeli bekal makanan di pasar Ia bertemu seorang gadis kecil bernama Bloom.
“Maukah Kakak menukar pita itu dengan yang biru” tanyanya.
Raven menjawab, “Kurasa aku tidak bisa menukarnya gadis kecil, karena pita ini membawa keajaiban.”
Lalu setelah di rumah, ia menanyakan kepada ibunya. Ibunya menjawab dengan galak, “Kau tak boleh menukarnya Raven. Aku tidak mau hidup susah seperti dulu!”
“Tapi kita bisa membagi sedikit uang kita kepada gadis itu,” kata Raven.
“Tidak, aku tetap tidak setuju,” jawab ibunya yang tetap pada pendiriannya.
Akhirnya ia menyerah.
Pada malam hari, Bloom mengambil pita merah dan tidak menukarnya dengan pita biru.
Pada pagi harinya, Lila (ibunya) mencari-cari pita merah, lalu Ia menemukan sepucuk surat. Surat itu tertulis:
“Saya adalah gadis kecil yang kemarin dan gadis kaya waktu itu. Saya hanya ingin mencoba apakah kau serakah atau tidak.”
Dari peri penguji
Kemarahan ibunya meledak. Lalu ia berteriak sekeras-kerasnya, “RAVEN!”
Lalu Raven bergegas datang, “Ada apa?” tanyanya.![]()
“Apakah kau yang menulis ini?”
“Tidak!” Raven ikut marah.
“Itulah akibatnya orang serakah,” kata Peri Penguji.