Feeds:
Posts
Comments

ikan-kecil.jpg

Di suatu laut, terdapat seekor ikan kecil bernama Momo. Ia tinggal bersama teman-temannya karena orang tua Momo sudah meninggal.

Pada suatu hari Momo bertemu seekor ikan kecil bernama Laila. Ia juga yatim piatu seperti Momo. Lalu Laila diajak pergi ke rumah teman-temannya. Kata Laila ia tidak mempunyai rumah seperti Momo. Lalu Momo menawarkan agar ia tinggal bersama.

Beberapa hari kemudian, terjadi sesuatu yang aneh. Semua tanaman mati dan ikan-ikan banyak yang mati. Suatu hari, Momo mendengar berita buruk dari salah satu temannya yang bernama Nayla, “Mo, Ratu kita, Ratu Zalkia, telah keracunan. Apa sebab terjadi semua ini?”

Lalu semua ikan yang tinggal di rumah teman Momo pergi ke permukaan air. Ternyata ada seseorang yang menyebarkan racun.

“Kita harus menghentikannya!” kata Momo.

“Tapi bagaimana caranya?” tanya Nula seekor kuda laut kecil teman Momo.

“Kita harus bertualang,” kata Laila bersemangat.

“Ayo!” kata yang lain dengan semangat yang tinggi.

“Kata Pak Guru, kalau mau menyelamatkan dunia, kita harus mencari tempat pertama yang kita tuju,” kata Julian.

“Baiklah, kita akan ke bawah terlebih dahulu,” kata Pori-pori.

Sesampai di dasar laut, mereka menemukan sebuah kantong.

“Yuk, kita gunakan ini untuk menangkap racun,” kata Kika.

Di tengah jalan mereka menemukan sebuah lampu. Ternyata lampu itu berasal dari ikan lampu yang baik hati.

“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya ikan yang baik hati itu.

Kiki menjawab, “Kita sedang mencari istana Ratu Zalkia.”

“Kalau kalian ingin menemukan istana Ratu Zalkia, kalian naik ke atas. Lalu kalau bertemu sekelompok ikan, katakan pada mereka kalian mencari istana Ratu Zalkia,” kata ikan yang baik hati itu.

Mereka lalu mengikuti petunjuk ikan itu. Nah, setelah bertemu ikan-ikan itu, mereka pergi ke istana Ratu Zalkia. Sesampainya di sana, mereka meminta ijin ke pengawal untuk menengok Ratu Zalkia. Setelah diperbolehkan oleh pengawal, mereka pergi ke kamar Ratu Zalkia. Mimi menyerahkan obat kepada Ratu Zalkia.

Selama beberapa saat, ia belum membuka mata. Setelah membuka mata, Ratu Zalkia menghadiahkan mereka semua dengan tinggal di istana.

(jumat, 19 Januari 2007)

Matahariku

Wahai Matahari,

Kau membuat dunia hangat

Kau menyinari dunia tanpa kembali

Kau membuat laut berkilau pada sore hari

Jika kau tidak ada,

Kami akan tenggelam dalam dunia kegelapan

Engkau sahabat sejatiku sepanjang masa

Oh matahariku,

Kau menyinariku seperti kau adalah manusia

Engkau seperti bunga di langit

Teruslah menyinariku sepanjang masa

 

Pita Merah

Pada zaman dahulperi-biru.jpgu, ada sebuah gubuk yang sudah tua. Disana hidup seorang gadis kecil dan ibunya. Mereka orang yang miskin. Anaknya bernama Raven, sedang ibunya bernama Lila. Raven berumur 7 tahun, sedang ibunya berumur 49 tahun.

Suatu hari, ibunya berkata, “Raven, sepertinya kita kehabisan makanan. Ibu terpaksa menjual sapi kita.”

Raven menjawab, “Jangan Bu. Kita dapat memerah dan menjualnya, dengan begitu kita mempunyai uang untuk membeli makanan.”
Ibunya berkata lagi, “Tapi, uang menjual sapi lebih banyak daripada menjual susu.”
“Baiklah,” kata Raven.

Lalu ia pergi untuk menjual sapi. Ia berjalan terus sampai ke dekat pasar. Disana, ia bertemu gadis kaya.
Gadis itu berkata, “Maukah kau menukar sapi itu dengan pita merah ini?” 

“Ya,” jawab Raven.
Lalu mereka pergi membawa benda yang diinginkan.

Di rumah, Ibunya bertanya, “Apakah kita dapat membeli makanan dengan ini?”
Sebelum sempat menjawab, terdengar suara menggema, “Kalian bisa membeli makanan dengan pita ini, bila kalian mengatakan ‘PITA MERAH’,”kata suara itu.

Lalu mereka berkata, “Pita Merah,” lalu keluarlah coin dari pita itu satu demi satu.
Akhirnya Raven berkata, “Oh Pita Merah, berhentilah mengeluarkan uan
g emas. Sudah cukup banyak untuk membeli makanan.”

Berkat Pita Merah, Raven menjadi kaya raya. 

Suatu hari, ia mau membeli bekal makanan di pasar Ia bertemu seorang gadis kecil bernama Bloom.

“Maukah Kakak menukar pita itu dengan yang biru” tanyanya.

Raven menjawab, “Kurasa aku tidak bisa menukarnya gadis kecil, karena pita ini membawa keajaiban.”

Lalu setelah di rumah, ia menanyakan kepada ibunya. Ibunya menjawab dengan galak, “Kau tak boleh menukarnya Raven. Aku tidak mau hidup susah seperti dulu!”

“Tapi kita bisa membagi sedikit uang kita kepada gadis itu,” kata Raven.

“Tidak, aku tetap tidak setuju,” jawab ibunya yang tetap pada pendiriannya.

Akhirnya ia menyerah.

Pada malam hari, Bloom mengambil pita merah dan tidak menukarnya dengan pita biru.

Pada pagi harinya, Lila (ibunya) mencari-cari pita merah, lalu Ia menemukan sepucuk surat. Surat itu tertulis:

“Saya adalah gadis kecil yang kemarin dan gadis kaya waktu itu. Saya hanya ingin mencoba apakah kau serakah atau tidak.”
Dari peri penguji

Kemarahan ibunya meledak. Lalu ia berteriak sekeras-kerasnya, “RAVEN!”
Lalu Raven bergegas datang, “Ada apa?” tanyanya.
peri-cinta.jpg
“Apakah kau yang menulis ini?”
“Tidak!” Raven ikut marah.
“Itulah akibatnya orang serakah,” kata Peri Penguji.

Musium Wayang

hari ini aku pergi dengan eyang kakung dan adikku yang gundul Faris namanya. Aku dan Faris sedang liburan sekolah.https://nadiyaliqa.files.wordpress.com/2007/03/photo-14.jpg

Selamat Datang !

ist1_2845844_little_girl_princess1.jpg

Selamat datang di Blogku

jangan bosan membaca cerita-ceritanya yah, dan berikan komentar…..